PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM MEMBANTUK PUBLIK TENTANG  PEMILIHAN CALON PRESIDEN 2024

 

            Bagi masyarakat Indonesia, pemilihan umum 2024 adalah peristiwa politik penting, sehingga banyak  media  memberitakan  hal-hal  terkait  isu  dan  informasi melalui  media  sosial.Dengan adanya media sosial, penebran informasi. Propaganda politik dapat dibuat dan disebarkan melalui media sosial, yang memungkinkan komunikasi politik, pembentukan personal branding, dan penyebaran informasi. Selain itu juga media sosial memungkinkan pengguna untuk ikut berpartisipasi melalui komentar, berbagai konten dan interaksi dengan pembuat konten dan sesama pengguna. Hal-hal tersebut telah berkembang menjadi komponen penting yang dapat memengaruhi dinamika politik dan memengaruhi hasil pemilihan umum. setiap calon presiden memiliki sikap politik yang berbeda dan strategi politik yang berbeda yang menggunakan media sosial seperti di facebook, intstagram. Tiktok twiter,situs web  dan sebagainya.

Penggunaan platfrom media sosial menjadi sarana digital yang dapat memengaruhi opini publik dan mencapai audiens yang lebih luas dan menyebarkan informasi politik. Tidak hanya itu, teknologi memproses data-data dan targeting iklan yang dimanfaatkan secara lebih canggih dalam menargetkan pemlih. Para kandidat lebih mudah dapat interaksi dengan para pemilih, merespon pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat,dan mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat. Para kandidat menyebarkan informasi di sosial media terkait jadwal kampanye serta menyesuaikan strategi yang harus mereka gunakan dalam kampanye.  

Pada tanggal 23 November 2023, KPU menetapkan tiga pasangan calon presiden: Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar, P.Pasangan calon presiden nomor satu mempublikasikan keunikan retorika mereka di media sosial TikTok yang dapat memengaruhi opini publik melalui video yang didukung dengan filter, musik, dan kalimat dan kata-kata yang dapat mengarahkan opini publik.Kampanye yang dilakukan oleh Anis Baswedan salah satunya adalah “Desak Anies” yang merupakan program diskusi antara Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dengan masyarakat.. Di situ, Anies membahas isu-isu yang menjadi permasalahan di masyarakat. Ia juga menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para pemuda.Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mengusung koalisi perubahan

 

Pasangan nomer urut dua Prabowo Gibran dengan gaya komunikasi publik yang menarik perhatian publik dengan menggunakan kata trend dengan kalangan anak muda yang disebut “Gemoy” dan “ sori ye”. Hal tersebut menarik perhatian publik dan pengguna yang mendukung paslon tersebut.Tim kampanye no 2 prabowo Gibran  mengatahui akan jumlah pemilu 2024 yang didominasi oleh kalangan muda Dengan menggunakan pendekatan komunikasi politik yang lebih dekat dengan generasi muda, terutama mereka yang tidak terlibat dalam politik secara pasif, adalah mungkin untuk menciptakan pemaknaan baru bagi mereka. Menerima semua informasi dari sebuah video singkat dapat mengubah pesan politik. Kalimat seperti "gemoy" dan "sorry ye" digunakan oleh politisi untuk menarik perhatian publik sehingga mereka dapat menghasilkan respons publik yang setuju. Propaganda politik yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat dikenal sebagai "gemoy".Simbol biasanya digunakan dalam propaganda, baik dalam bentuk tulisan, musik, atau visual. Mereka dapat memainkan dan menyalurkan emosi manusia yang kompleks menuju tujuan tertentu.

Calon presiden dan wakil presiden  nomer urut 3 Ganjar membagiakan konten yang berbau kampanye disosial media khususnya di tiktok. Selain berkomunikasi secara langsung dengan warganet, Gandar memposting berbagai konten yang dapat menggambarkan visi misi dan aspirasinya. Capres nomor tiga menerapkan strategi ini dengan baik. dengan konten yang selalu menceritakan tentang bagaimana Ganjar Pranowo memiliki sifat dan sikap yang sangat empati dan merangkul masyarakat kecil. karena hal ini dapat membentuk persepsi yang positif tentang Capres Nomor 3 di kalangan remaja dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Media telah menjadi sumber utama informasi publik, menyediakan berbagai informasi terbaru saat diperlukan. Hal ini sejalan dengan teori penggunaan dan kepuasan, yang mengatakan bahwa penonton berpartisipasi secara aktif dalam menentukan media mana yang akan mereka gunakan untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Disosial media Khususnya di Twitter telah menjadi platform yang populer untuk berbagi pendapat dan opini tentang politik. Twitter telah menjadi tempat bagi orang-orang untuk berbicara dan berbagi pendapat tentang calon presiden yang akan memimpin negara selama lima tahun ke depan dalam pemilihan presiden 2024. Beberapa lembaga analisis media sosial telah melakukan analisis sentimen calon presiden 2024 di Twitter. Salah satu contohnya adalah analisis yang dilakukan oleh Drone Emprit, yang menemukan bahwa warganet Twitter paling banyak menyebut Anies Baswedan selama debat final Pilpres 2024. Analisis sentimen juga menunjukkan bahwa Anies Baswedan meraih sentimen positif terbesar di Twitter, yakni mencapai 86% sedangkan analisis sentimen Twitter terhadap calon presiden 2024, Prabowo Subianto memiliki volume percakapan negatif yang paling banyak.

 Respon publik terhadap konten calon presiden di sosial media memiliki potensi besar untuk mempengaruhi sikap dan perilaku pemilih. Ini menunjukkan bahwa konten kampanye di sosial media memainkan peran yang signifikan dalam proses pemilihan presiden. Oleh karena itu, para calon presiden di masa politik tahun 2024 harus mempertimbangkan peran dan kekuatan media sosial dalam upaya mereka untuk mendapatkan dukungan pemilih. Para calon presiden dapat mendapatkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat dan menciptakan citra yang lebih baik dengan memahami cara orang berinteraksi di sosial media.

 



Penulis : Putri Salsabila Azzahro'

 

 

Comments